5.16.2012

Gaga, Gagal; Bagus! Tapi Penolakan Kami Lebih Dari Itu!

Beberapa hari terkahir issue batalnya konser Lady Gaga menjadi topik hangat di berbagai media, baik dari media lokal maupun media internasional. Bahkan di berbagai jejaring sosial (sosmed) merupakan topik yang paling sering di perbincangkan. Misalnya beberapa menit sebelum membuat tulisan ini, ane terlibat debat kusir (diskusi) dengan salah seorang teman di akun twitter, doi ngotot kenapa konser idolanya tersebut harus di halangi-halangi. Itu hak dia berpendapat, dan ane hargai itu. Dan ane pun berharap doi bisa menghargai pendirian orang lain dalam berpendapat. Meskipun diskusi berakahir dengan pernyataan di akunnya :"sori sebelumnya,klo ngerasa pendapatnya bener, silakan aja :D gue punya pendapat sendiri, ini demokrasi bukan tirani. sekian" dan ane hanya jawab "idem :D".

Apapun itu pendapat orang pasti beragam mengenai konser Lady Gaga, secara pribadi ane setuju dengan penjelasan salah seorang ustad melalui kultwit nya berikut :

"Gagal; Bagus! Tapi Penolakan Kami Lebih Dari Itu!"
1. saya termasuk yg bersyukur si gaga nggak jadi konser di indonesia, jarang2 pemerintah dan polisi menang lawan kapitalis soalnya :)
2. bukan hanya karena si gaga penampilannya seksi, setres, bau iluminati yahudi | lebih dari itu, syukur saya dari hal yg lebih substansial
3. seperti yg kita tau, semenjak perang salib yg diretas kaum barat thd Islam (1095 - 1198) mereka tau kaum Muslim tak terkalahkan scr fisik
4. karena itu dibentuklah "study on orientalism", cikal bakal orientalis masa kini | yg khusus pelajari kenapa barat kalah dlm perang salib
5. akhirnya barat dapet kesimpulan alasan kalah mereka | karena kaum Muslim justru mencari apa yang mereka takuti | ialah mati
6. dan yg paling penting, orientalis sadar betul bahwa ada 2 pilar yg membuat kuatnya Islam | Al-Qur'an&As-Sunnah dan persatuan dlm Khilafah
7. maka mulai saat itu, sekira abad 13-14, diretas transformasi perang thd Islam, yaitu perang pemikiran | kita mengenalnya ghazwul fikri
8. lewat pemikiran, ghawul fikri menjelma menjadi pemikiran sekulerisme-liberalisme-pluralisme dkk, yg sering diusung JIL di indonesia
9. lewat pemerintahan, jadilah dia politik machiavelis, dan demokrasi, gunakan suara manusia sbg hukum, dan meniadakan hukum Allah
10. dalam budaya, serangan ini dikenal sebagai 3F | serangan lewat Food, Fun and Fashion | Makanan, Hiburan, dan Pakaian
11. makanan melemahkan daya pikir disuplai lewat segala macam bentuk, mulai balita hingga dewasa | MSG, junkfood, produk derivat babi dll
12. pakaian dimodifikasi, kerudung gaul, kerudung seksi, jilbab trendy, atau yg lebih parah tanktop, hotpants | wanita mati atas nama mode
13. nah, yang paling kentara, tentu saja FUN, hiburan | dugem, game-online, boyband, konser musik, mhn maaf ya yg seneng bola, itu termasuk
14. lihat bagaimana barat arahkan anak Muslim dari meneladani Rasulullah dan shahabat serta ksatria Islam | halus, licik dan efektif
15. justin sudah gantikan khalid bin walid, suju gantikan ashabul kahfi, laruku gantikan muhammad al-fatih | sirah Rasul bersaing dgn novel
16. dan gaga, bieber, suju, adl simbol FUN, yg harus disadari sebagai ghazwul fikri | menyetujuinya sama saja membunuh akal kaum Muslim
17. tengok, mental yg serba FUN, tiket justin, suju, dan gaga sold out, histeria | setiap condong Muslim ke FUN, maka makin jauhlah dr Islam
18. belum lagi maksiat yg sudah nyata, ikhtilath (campur baur wanita lelaki) dlm konser, yang jelas lalai shalatnya | berhala baru nih?
19. ditambah lagi, jelas ini tipuan kapitalis | pengusaha tiketnya lakuk keras rakyat lemas | masyaAllah, mudharat, mafsadat gabung jadi satu
20. jadi bukan hanya gaga yg harus kita tolak, bukan hanya JIL harus diusir, tapi seluruh pemikiran2 kufur harus dienyahkan, this is a war
21. parahnya, ini adalah perang pemikiran, yang nggak semua orang sadar dengan keberadaan musuhnya | tugas kita bersama menjelaskannya
22. this is a war, to be exact, awar of thought | jadi mesti ia dilawan pula dengan pemikiran, dan yg kita emban tentu hanya pemikiran Islam
23. see, why I'm gratefull? | mudah2an dengan ini umat jadi tau, bahwa bukan gaga yg kita permasalahkan, tapi pemikiran merusak 3F dkk itu
24. masalahnya, mayoritas penyembah FOOD, FUN, FASHION justru Muslim | jalan masih panjang, PR kita banyak, mari cerdaskan umat :)

Semoga tercerahkan :)

sumber : http://chirpstory.com/li/7713

-salam atu jari-

5.12.2012

Gerakan SosMed #IndonesiaTanpaJIL

Berbicara tentang sosial media memang selalu menarik, ada saja "issue" terhangat yang asyik untuk diperbincangan. Sebut saja salah satu sosmed twitter, melalui kotak dengan space 140 karakter itu jutaan orang di dunia saling berkomentar tentang sesuatu fenomena sosial,politik agama dan sebagainya. Mulai dari hal-hal yang sepele sampai ke kampanye program terntentu.

Semenjak 22 desember 2009 akun ane sudah terdaftar di jaringan sosmed yang katanya paling populer di dunia itu. Meskipun sudah lama terdaftar, baru beberapa bulan terkahir agak ke-ranjingan mengakses apa lagi secara tidak sengaja ane nemuin sebuah poster di mushollah kampus tentang sebuah gerakan di twitter, menentang berkembangnya ajaran-ajaran Jaringan Islam Liberal (JIL) di tanah air. Poster tersebut bukan sembarang poster, karena disana terpampang bentuk-bentuk pemikiran para pengasong ajaran JIL di tanah air. Apa itu JIL? Yaitu sekelompok orang yang menafsirkan Al-Qur'an dan Hadist sesuai dengan kemauan dan kepentingannya. Gerkan JIL berusaha memisahkan umat dari ajaran-ajaran agama, mengedepankan pemikiran-pemikiran yang kata #mereka Ilmiah tetapi jika di telah'ah lebih jauh pantasnya di sebut "keblinger". Menyebarkan paham-paham kebebasan yang dibungkus melalui kata-kata yang enak di dengar, sehingga sangat mudah menjebak, apalagi bagi masyarakat yang tingkat keimananya masih labil.

Bagi #mereka ajaran Agama merupakan penjara bagi kebebasan manusia dalam berekspresi, mereka selalu mengangkat issue-issue HAM, Keseteraan Gender, Kebebasan Beragama. Sudah menjadi rahasia umum, gerakan JIL di Indonesia didanai oleh zionis dunia. Jutaan dolar di gelontorkan untuk membiayai gerakan SEPILIS tersebut, yang sudah di fatwakan haram oleh MUI melalui Fatwa MUI no:7/MunasVII/MUI/11/2005.



Lalu siapa yang menyebarkan poster tersebut? Untuk apa mereka melakukan itu? Gerakan itu bernama #IndonesiaTanpaJIL dengan akun twitter @TanpaJIL. Mereka menamakan dirinya Kumpulan Bigot-Bigot Indonesia (KBBI). Bigot adalah sebutan para pengasong JIL terhadap partisipan gerakan #IndonesiaTanpaJIL. Gerakan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat beragama di tanah air agar tidak terjebak dengan ajaran JIL yang sesat dan menyesatkan. Menjaga kemurnian dan kesucian ajaran agama Islam pada khususnya tanpa pamrih.

Dalam melakukan gerakannya #IndonesiaTanpaJIL banyak melalui jaringan sosial media, makanya sesaat melihat poster tersebut dan menela'ah pesan yang ingin disampaikan segera ane lansung follow akun twitter nya. Lihat viedeo-video gerakan ini di Youtube, terus lansung buka Facebook juga, pokoknya segala informasi mengenai gerakan ini lansung ane cari dengan penuh semangat. Dan yang uniknya, gerakan ini dimotori oleh-oleh anak muda yang peduli akan masa depan agama tauhid dan masa depan generasi muda bangsa ini.

Do It Your self (DIY) itulah semboyan yang disosialisasikan ke partisipan yang tergabung dalam #IndonesiaTanpaJIL. Menariknya meskipun tanpa aliran dana yang berlimpah seperti gerakan JIL, #IndonesiaTanpaJIL bertumbuh dan berkembang bagai jamur di musim hujan. Secara suka rela anak-anak muda diberbagai daerah ikut melakukan gerakan yang sama, mensosialikasikan bahaya gerakan JIL ke masyarakat melalui flayer, stiket, poster dan lain -lain yang biaya nya ditanggung mereka masing-masing tanpa pamrih. Demi terjaganya kemurnian agama tauhid.

Bagi yang ingin bergabung dengan gerakan ini follow @TanpaJIL dan hingga tulisan ini diterbitkan jumlah follower @TanpaJIL sudah mencapai angka 6,865 followers pada hal baru dari februari 2012. Semoga gerakan #IndonesiaTanpaJIL benar-benar bisa menjadikan Indonesia @TanpaJIL dan jadilah bagian para mujahid yang membela agama Alloh.

-Salam Satu Jari-

5.01.2012

KONSPIRASI GLOBAL dan MISI SESAT JIL di INDONESIA #part2


30 Organisasi Islam Penerima Dana The Asia Foundation (Jaringan YAHUDI-AS) :
  1. Jaringan Islam Liberal (JIL) dan Institut Studi Arus Informasi (ISAI), Ulil Abshar Abdalla dan Nong Mahmada, Jl.Utan Kayu 68-H Jakarta Timur.
  2. Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), DR.Djohan Effendi dan Ulil Abshar Abdalla, Jl.Percetakan Negara No.C-553 Jakarta Pusat.
  3. Paramadina (Penggencaran Pluralisme Agama/Menyamakan Semua Agama), Kautsar Azhari Noer, Jl.TB Simatupang Pondok Indah Plaza III F5/7 Jakarta.
  4. Majalah Syir’ah, Alamsyah M.Dja’far, Jl.Asembaris Raya M Kav.8 Kebon Baru Tebet, Jakarta Selatan.
  5. Lembaga Buruh, Tani dan Nelayan (LBTN), PP Muhammadiyah, Jl.Menteng Raya 62 Jakarta Pusat.
  6. Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) PP Muhammadiyah, Jl.Menteng Raya 62 Jakarta Pusat.
  7. Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM), Kantor PP Muhammadiyah, Jl.Menteng Raya 62 Jakarta Pusat.
  8. Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LP3-UMY), Gedung AR Fachruddin Kampus UMY Jl.Lingkar Selatan Tamantirto Kasihan, Yogyakarta.
  9. Lembaga Penelitihan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jl.A.Yani, Pabelan,Surakarta, Jawa Tengah.
  10. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh, Jl.KH.A.Dahlan, Banda Aceh.
  11. Pemuda Muhammadiyah (PM) Aceh, Jl.KH.A.Dahlan, Banda Aceh.
  12. Fatayat NU, Gedung PBNU Jl.Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.
  13. Lakpesdam NU, Jl.H.Ramli No.29A Menteng Dalam,Tebet,Jakarta Selatan.
  14. PUAN Amal Hayati (Urusan Gender), Sinta Nuriya(Istri Gus Dur), Jl.Warung Silah No.30 Rt.02 Rw.05 Kompleks Masjid Al-Munawwarah, Ciganjur, Jakarta.
  15. Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Masdar F Mas’udi, Jl.Cililitan Kecil III/12,Kramat Jati Jakarta Timur.
  16. Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Yogyakarta, Tompeyan TR III/133 Yogyakarta.
  17. Pusat Studi Antar Komunitas (PUSAKA) Padang, Jl.Purus I No.8A Padang Sumatra Barat.
  18. Gender Team for Ministry of Relegious Affairs (GT-MORA), Siti Musdah Mulia,Departemen Agama RI,Jl.Lapangan Banteng No.4-6 Jakarta Pusat.
  19. Lembaga Kajian Agama dan Jender (LKAJ), Siti Musdah Mulia, Jl.Matraman Masjid I.A Jakarta Selatan.
  20. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jl. Ir.H.Juanda 95 Ciputat.
  21. Pusat Studi Wanita (PSW) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jl. Ir.H.Juanda 95 Ciputat.
  22. Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah (Urusan Gender), DR. Amsal Bachtiar, Jl.Ir.H.Juanda 95 Ciputat.
  23. Desantara, Jl.Raya Citayam 35 Depok.
  24. DPP Korps Perempuan Majelis Dakwah Islam (MDI) (Bidang Garapan Tentang Gender), Jl. Anggrek Nelly Murni 11A, Slipi Jakarta Barat.
  25. Indonesian Center for Islam and Pluralism (ICIP), Jl.Hang Lekiu I No.09 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
  26. Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin, Jl. Gatot Subroto IV/Kemiri No.102 Banjarmasin Kalimantan Selatan.
  27. Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LkiS), Sorowajan Baru, Jl. Pura No.1 Yogyakarta.
  28. Lembaga Kajian Pengembangan Masyarakat dan Pesantren (LKPMP) Makasar, Jl. Faisal Raya No.22 Blok 22B Makasar.
  29. Lembaga Studi Aksi untuk Demokrasi (LS-ADI), Jl. Ir.H.Juanda Gg. Swadaya Rt.01 Rw.08 Pisangan Ciputat.
  30. Rahima (Urusan Gender), Syafiq Hasyim, Jl. Pancoran Timur IIA No.10 Pasar Minggu Jakarta Selatan.






Sumber :

 
© Copyright 2035 Coretan Dinding
Theme by Yusuf Fikri