ketika lara mendera, jiwa terasa gelisah.kubasuh wajah, menjernihkan rasa.
dikesunyian malam yang semakin sepi.
dikala berjuta pasang mata lelap terbuai mimpi.
aku datang bermunajah pada-MU.
mengadu dan mengiba dikaki-MU.
ya mukhalibal khulub, pemilik ruh dan raga.
aku rindu... mengemis ketetapan takdir-MU yang baik untukku.
meskipun KAU murka karena dosaku.
menghukum musabab lalaiku.
sedetikpun tidak akan ku berpaling.
sekejappun tidak akan ku melupakan.
karena aku yakin, karena aku haqqul yakin.
Rahman & Rahim-MU lebih luas dari murka-MU.
ya Robb... pemilik arasy yang maha suci.
aku rindu..
aku rindu..
aku merindukannya, untuk kau hadirkan.
dikesunyian malam yang semakin sepi.
dikala berjuta pasang mata lelap terbuai mimpi.
aku datang bermunajah pada-MU.
mengadu dan mengiba dikaki-MU.
ya mukhalibal khulub, pemilik ruh dan raga.
aku rindu... mengemis ketetapan takdir-MU yang baik untukku.
meskipun KAU murka karena dosaku.
menghukum musabab lalaiku.
sedetikpun tidak akan ku berpaling.
sekejappun tidak akan ku melupakan.
karena aku yakin, karena aku haqqul yakin.
Rahman & Rahim-MU lebih luas dari murka-MU.
ya Robb... pemilik arasy yang maha suci.
aku rindu..
aku rindu..
aku merindukannya, untuk kau hadirkan.


0 comments:
Post a Comment